Friday, April 30, 2010

Blog 4

Beberapa minggu terakhir ini kami mempunyai kesempatan menonton film produksi Indonesia. Film “King” adalah film yang menceritakan tentang seorang anak kecil yang bermain bulutangkis di desa kecil, yang berhasil memenangkan pertandingan penting dan bertemu Lim Swie King. Dia menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, apapun bisa tercapai. Dari film”King” itu, kami belajar tentang cara menulis resensi yang bagus dari contoh oleh Kompas yang kurang bagus. Saya menulis resensi tentang film “Denias, Senandung di Atas Awan”. Film itu menceritakan tentang seorang anak kecil di Papua yang harus berjalan jauh ke sekolah, dan hampir ditolak karena status keluargnya yang miskin. Kedua film itu menunjukkan keindahan alam Indonesia, sungguh sebuah berkat. Indah sekali pemandangan hijau hutan-hutan, bukit-bukit, dan gunung-gunung Indoensia. Saya berharap suatu hari saya bisa mempunyai kesempatan untuk menaiki helikopter dan mengelilingi Indonesia. Bukan dari udara saja, tapi saya juga ingin menaiki kapal selam, dan melihat ke indahan Indonesia lain dibawah laut.
Saya berkesempatan untuk memberikan presentasi dan hasil penlitian saya tentang pedagang kaki lima di Indonesia. Menurut saya diskusi kelas yang kita lakukan sangat produktif. Saya terkejut sekali pada waktu saya bertanya untuk membandingkan pedagang kaki lima di Indonesia dengan pedagang kaki lima di Malaysia. Ternyata di Malaysia pedagang kaki lima lebih teratur dan tertib dibanding di Indonesia.
Saya tertinggal dua kelas minggu kemaren karena saya mengikuti konferensi nasional pemerintahan mahasiswa di Washington DC. Konfrens ini membahas tentang mahalnya pendidikan tingkat kuliah di Amerika, dan upaya-upaya yang sedang di lakukan oleh para mahasiswa untuk melawan ke naikan pajak dan biaya yang harus dibayar oleh pemerinta.

No comments:

Post a Comment