Sunday, February 21, 2010

Blog 2

Di kelas bahasa Indonesia semester enam, kami sekarang sedang membicarakan tentang sastra Indonesia. Kami transisi dengan menonton dan mendiskusikan sebuah dongeng, dan membicarakan apa ciri-ciri dongeng disertai dengan contoh-contoh dongeng yang kita ketahui. Kami menonton kartun “Kancil”, dimana ada seekor kancil yang dulunya sombong dan serakah, tetapi berubah dan karakternya berkembang menjadi seekor kancil yang baik hati dan mau menolong hutannya. Dongeng yang saya sendiri tahu adalah si kelinci dan kura-kura, dan tikus dengan singa. Di dongeng si kelinci dan kura-kura mereka balapan, dan si kelinci berpikir bahwa dia cepat sekali hingga dia istrahat dan tidur, dan akhirnya kalah dengan kura-kura yang jalannya lamban. Di cerita tikus dengan singa, tikus itu tertangkap oleh singa dan singa itu mau memakannya, tetapi tikus itu bilang tikus itu suatu saat akan membalas kebaikan singanya. Singanya tidak percaya tetapi melepas si tikus karena tidak lapar. Suatu hari singa itu tertangkap oleh pemburu dan di kat dengan tali. Si tikus kebetulan lewat dan melihat singa itu diikat, dan mengigit talinya agar singa itu bebas.
Di kelas kami juga membicarakan tentang sastrawan-sastrawan Indonesia. Kami membicarakan berbagai macam penulis dari waktu-waktu berbeda. Setiap murid diberi tugas untuk memberikan ringkasan singkat tentang seorang sastrawan Indonesia. Saya mendapat Seno Gumira Ajidarma dan yang memberikan ringkasan pertama di kelas. Saya mendapatkan banyak informasinya dari blog resminya dia. Di kelas kami menonton film dokumenter tentang A.A. Navis, seorang sastrawan dari Sumatera Barat. Menarik sekali untuk mendengar kiasah hidupnya, dari yang kecil suka d ejek hingga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ketua sebuah yayasan pendidikan. Kagum sekali akan A.A. Navis dan berbagai keberhalisannya di dalam hidupnya termasuk mendapat penghargaan-penghargaan internasional. Kami sekarang sedang membaca cuplikan-cuplikan dari bukunya “Robohnya Surau Kami” yang bercerita tentang seorang narator yang menceritakan sejarah surau itu.

4 comments:

  1. Hai Mas,

    Bagaimana pendapat anda tentang Seno? Saya mencintai dia!! Menurut saya tulisan2 dia bagus sekali karena dia memakai campuran fakta-fakta dan fiksi untuk memberitahu cerita yang fasih. Dia juga memakai bahasa yang indah sekali, seperti dalam cerita "The History Lesson."

    Saya juga suka dia karena dia aktivis untuk hak manusia dan demokrasi yang lebih baik dan kuat di Indonesia dan saya juga seperti itu.

    Nanti, waktu saya sudah bisa Bahasa Indonesia lebih baik, saya mau membaca tulisan2 dia dalam Bahasa Indonesia bukan hanya Bahasa Inggeris.

    Siapa penulis Indonesia kesayangan anda?

    ReplyDelete
  2. Iya, Seno gumira tulisannya menarik sekali.
    Saya terus terang tidak ada penulis favorit, kalau ada sebuah buku yang menarik akan saya baca, tetapi pada umumnya pengarang-pengarangnya bukan orang Indonesia.
    Kalau saya ada waktu saya pasti akan lebih banyak membaca karangan penulis Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Hai,
    seperti kamu dan saya juga belajar tetang novel A.A Navis "Robohnya Surau Kami". novel itu sangat menarik, tetapi saya tidak mengerti tentang buku itu.
    Saya tidak ada penulis favorit tetapi saya suka membaca buku

    ReplyDelete
  4. Halo! Sastra Bahasa Indonesia susah, tidak? Aku sudah membaca satu bagian Robohnya SUrau Kami dan di pendapat aku, tidak begitu susah. Tapi, saya sudah kelas 10 sekarang. Di pikiran kamu, sastra tambah susah buat aku (orang asing), tidak?

    ReplyDelete